Headline News :
Latest Post
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Hiziban Akbar STKIP Hamzanwadi Selong

Dalam rangka menyambut Hari Aktif Kuliah dan Pelepasan PPL-KKN STKIP Hamzanwadi Selong, Sekitar 500 Orang Mahasiswa STKIP Hamzanwadi Selong yang dikoordinir oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) STKIP Hamzanwadi Selong mengadakan Hiziban Akbar pada tanggal 5 Oktober 2012 pukul 14.00 WITA. 


Kegiatan ini juga dihadiri Oleh Ketua STKIP Hamzanwadi Selong, yang kemudian dirangkaikan dengan Kuliah Umum yang dibawakan langsung oleh Ketua STKIP Hamzanwadi Selong. Beliau menyambut baik dan mengapresiasi kegiatan ini bahkan beliau meminta kegiatan ini tidak berhenti sampai disini melainkan diadakan minimal 1 bulan sekali. 


Beliau berpesan "Sebagai mahasiswa seharusnya memiliki moral dan etika yang baik, lebih-lebih kita bernaung di bawah YPH-PPD NW Pancor." 
 

THEORY OF LOVE



Cinta merupakan suatu hal yang pasti dirasakan oleh semua orang. Membahas masalah cinta seakan tidak pernah ada habisnya. Dan cinta akan tetap menjadi topik yang menyenangkan untuk dibahas, karena setiap orang pasti bisa menghubungkan/ relate dirinya dengan cinta. Luasnya pembicaraan cinta dimulai dari hubungan pernikahan, pacaran, HTS-an hingga pertemanan.

Dari sisi psikologi ada salah satu tokoh psikologi bernama Robert Sternberg yang mengemukakan teorinya mengenai cinta, dan teori ini sudah digunakan dan diteliti kebenarannya. Menurutnya, terdapat tiga komponen dasar cinta yang saling berhubungan, yaitu intimacy, passion dan komitmen. Untuk memudahkan anda bisa membayangkan sebuah segitiga yang disetiap sudutnya terdapat salah satu komponen tersebut. Misalnya disudut atas adalah komponen intimacy, disudut kanan adalah passion dan disudut kiri adalah komitmen.

Komponen intimacy merupakan kedekatan secara fisik dan emosional yang dirasakan oleh kedua pasangan. Komponen passion merupakan ketertarikan secara fisik dan seksual. Komponen komitmen merupakan keputusan untuk mencintai seseorang dan keinginan untuk mempertahankan hubungan tersebut.

Cinta yang baik/ sempurna diharapkan memiliki ketiga komponen tersebut secara seimbang sehingga akan membentuk sebuah segitiga sama sisi. Apabila ada satu dari komponen tersebut yang kurang maka segitiga tersebut tidak akan lagi seimbang. Namun, bagaimanapun juga untuk setiap orang mencapai ketiga komponen tersebut secara seimbang tidaklah mudah. Yang penting ketiga komponen tersebut haruslah ada dan tidak terlalu ekstrim di satu komponen.

Berdasarkan dari teori tersebut ada beberapa bentuk cinta yang terbentuk dari ketiga komponen tersebut:



1.   Liking = hanya intimacy saja (Cth. sahabat sejati, tanpa adanya ketertarikan fisik dan seksual serta keinginan untuk berkomitmen)




2.  Empty love = hanya komitmen saja ( hanya keinginan untuk mencintai seseorang tanpa kedekatan secara fisik emosi serta ketertarikan fisik dan seksual)




3. Infatuation = hanya passion (cinta yang menggebu-gebu, obsesif namun tidak disertai dengan intimacy dan komitmen Cth. Cinta pada pandangan pertama).




4. Romantic love =  intimacy + passion (memiliki kedekatan dan ketertarikan secara fisik dan emosi, namun belum ingin berkomitmen) cth. Contoh pasangan yang pacaran pada saat sama-sama sekolah diluar negri, HTS (hubungan tanpa status).




5. Companionate love = intimacy + komitmen (persahabatan yang sudah terjalin lama  atau pernikahan yang komponen passionnya sudah memudar)




6. Fatuous love = passion + komitmen (komitmen yang didasarkan oleh passion namun tanpa diiringin dengan kedekatan emosi yang mendalam). Cth. Masa-masa awal pacaran.




7. Consummate love =  merupakan bentuk cinta yang paling ideal dan utuh, terdiri dari ketiga komponen.


Banyak sekali masalah dalam hubungan percintaan, terutama masalah pernikahan muncul karena adanya ketidakseimbangan antara ketiga komponen diatas. Misalnya. hilangnya komponen komitmen menjadikan pasangan melirik orang lain (perselingkuhan), atau hubungan menjadi sangat hambar karena tidak ada lagi passion diantara sesama.



Hal ini mungkin tidak disadari oleh masing-masing pasangan atau terdapat perbedaan pendapat mengenai ketiga komponen tersebut dari masing-masing pasangan. Apapun masalah yang sedang terjadi dalam hubungan berpasangan, baiknya segera dibicarakan dan dicarikan solusi. Temukan jalan tengah bersama dan berkerja sama mencari cara untuk meningkatkan komponen-komponen yang telah hilang.



Melihat dari jenis-jenis cinta diatas, bagaimanakah dengan cinta antara anda dengan pasangan anda ?

Termasuk kedalam cinta apakah cinta anda?

Perubahan apa kira-kira yang bisa anda lakukan untuk membuat hubungan percintaan anda menjadi lebih baik ?



Jawabannya ada pada diri anda dan bagaimana anda dan pasangan mau berkomunikasi dengan terbuka untuk meningkatkan hubungan cinta anda. Pastikan sebelum perubahan terjadi, ada persetujuan dari kedua belah pihak sehingga perubahan dapat terjadi secara efektif.


Semoga Bermanfaat !




Sumber : http://webkonseling.blogspot.com/2012/06/theory-of-love.html
 

Medali Pertama Indonesia di Olimpiade Geografi Internasional

BANDUNG, KOMPAS.com - Mahasiswa Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian Institut Teknologi Bandung (ITB), Bintang Rahmat Wananda, meraih medali perak dalam ajang International Geography Olympiad (iGeo) ke-9 yang berlangsung pada 21-27 Agustus 2012 di Koln, Jerman. Ini menjadi prestasi yang membanggakan karena Indonesia baru ikut olimpiade dua tahunan ini untuk pertama kalinya.
“Secara perolehan, medali perak yang diraih oleh Indonesia memposisikan Indonesia sejajar dengan Selandia Baru, Belanda, Inggris, Rusia, China, dan Taiwan, yang masing-masing juga mendapat medali perak,” tutur dosen pembimbing tim Indonesia untuk IGEO ke-9, Samsul Bachri, dalam konferensi pers di Gedung Rektorat ITB, Bandung, Senin (10/9/2012).
Samsul mengatakan, panitia penyelenggara bahkan sempat terkejut karena melihat Indonesia sebagai tim yang baru pertama kali mengikuti perlombaan internasional bagi siswa berusia 16-19 tahun itu ternyata mampu menyejajarkan diri dengan negara-negara yang telah lama mengikuti kompetisi tersebut. Bahkan, Indonesia juga mampu menyabet gelar “The Best Presentation” untuk studi kasus “Karst Hydrology in Relation with Drought Problem in Gunung Kidul, Yogyakarta”.
Tim Indonesia terdiri dari empat siswa yang dijaring dari seleksi khusus. Pasalnya, belum ada olimpiade geografi di tingkat nasional. Tim pembimbing pun mengumpulkan juara-juara olimpiade geosains dan geografi yang digelar oleh sejumlah universitas dan sekolah rintisan standar internasional dan menyeleksi mereka hingga menghasilkan nama Bintang Rahmat Wananda, Adnan Jati Satria dari SMAT Krida Nusantara, Mohammad Anja Istala dari program studi Geologi Universitas Gadjah Mada, serta Mohammad Ridwan dari SMA Boarding School Sragen.
Sebelum berangkat ke Jerman, para peserta mendapatkan pembinaan selama satu bulan untuk mengasah kemampuan kognitif dan mental di bawah bimbingan Samsul. Pemberangkatan tim, lanjutnya, dilakukan secara swadaya dengan mengumpulkan dana dari beberapa sponsor.
Dia berharap pengiriman tim olimpiade geografi dari Indonesia dapat dilakukan secara rutin dengan anggaran yang berasal dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Olimpiade selanjutnya akan diselenggarakan di Kyoto, Jepang, 30 Juli-5 Agustus 2013.
Sementara itu, Bintang yang meraih medali perak pada olimpiade geografi ke-9 mengatakan soal-soal olimpiade di Jerman itu relatif lebih sulit dibanding olimpiade sebelumnya.
“Tetapi itu wajar mengingat setiap soal olimpiade harus mengalami peningkatan dibanding olimpiade sebelumnya,” ungkapnya.

(sumber: dikti)
 

Rapuhnya Intelektual Muda Kampus

Intelektual muda yang berakar pada para mahasiswa, saat ini mulai hilang seiring dengan membanjirnya kekuatan kapitalisme lewat budaya massa dan budaya instan lainnya.
kapitalisme yang menciptakan budaya massa dan budaya instan tersebut menyebabkan banyak mahasiswa yang datang ke kampus bukan untuk mencari ilmu, namun sekedar untuk mendapatkan gelar.

Indikator persoalan tersebut dapat dilihat dari banyak mahasiswa yang datang ke kampus hanya sekedar "ritual" dan tanpa niatan khusus untuk mengembangkan intelektualitasnya.

Dulu gerakan intelektual mahasiswa tumbuh subur karena rasa nasionalisme, sehingga banyak di antara mereka yang mempunyai idealisme tinggi berbeda dengan keadaan sekarang. Oleh karena itu, saat ini gerakan intelektual muda kampus harus kembali dibangkitkan agar mampu menciptakan perubahan yang mendidik masyarakat karena kondisi gerakan mahasiswa sekarang tidak lagi memiliki konsep dan sikap idealnya sebagai suatu gerakan mahasiswa malah kondisi gerakan mahasiswa sekarang justru tunduk di bawah kekuasaan politisi dan partai politik yang ingin merebut kekuasaan.

Intelektual muda harus dekat dengan masyarakat agar mengetahui permasalahan sesungguhnya yang dihadapi oleh masyarakat karena Intelektual muda kampus dapat tumbuh di mana saja.
 

Gambaran OSPEK di STKIP Hamzanwadi Selong

OSPEK atau singkatan dari Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus terkadang menjadi hal yang paling menakutkan bagi mahasiswa Baru. kegiatan ini seolah-olah merupakan kegiatan wajib bagi seluruh mahasiswa baru di Indonesia.

Siapa yang tidak kenal Ospek? setiap orang pasti kenal.Kegiatan Ospek yang biasanya identik dengan balas dendam yang dilakukan oleh senior terhadap juniornya, sehingga tidak jarang korban yang berjatuhan di dalam kegiatan ini akibat dari hukuman-hukuman keras yang berikan oleh senior.

Bagaimana dengan kegiatan Ospek di STKIP Hamzanwadi Selong?
Di STKIP Hamzanwadi Selong OSPEK dikenal dengan OPSPEK atau singkatan dari Orientasi Program Studi dan Pengenalan Kampus ini selalu diadakan setiap tahun, tetapi berbeda dengan kegiatan Ospek pada umumnya, tidak ada kekerasan, justru kegiatan ospek di Kampus ini lebih di fokuskan terhadap studi dan pengenalan kampus ditambah dengan materi-materi tentang keagamaan, hal ini dilakukan karena STKIP Hamzanwadi Selong merupakan Kampus Santri yang bernaung di bawah Organisasi Islam terbesar di NTB yaitu Nahdlatul Wathan (NW).

Kegiatan-kegiatan yang biasanya di lakukan di dalam ospek STKIP Hamzanwadi Selong yaitu Pengenalan seputar Kampus (sistem-sistem perkuliahan, letak bangunan dan fungsinya, sistem administrasi mahasiswa, dll), Pengenalan Struktur Organisasi di STKIP Hamzanwadi Selong termasuk Organisasi Kemahasiswaan beserta seluruh fungsionarisnya masing-masing, dan materi-materi termasuk materi tentang Nahdlatul Wathan Sendiri.

Setelah selesai seluruh rangkaian Kegiatan Ospek, biasanya kegiatan untuk Mahasiswa Baru di lanjutkan oleh Organisasi tingkat Prodi (HMPS) berupa keakraban, yang fungsinya untuk mengenal lebih dekat  tentang HMPS beserta fungsionarisnya sehingga jika Mahasiswa tersebut mengalami kesulitan dalam administrasi dan akademik, mereka bisa langsung bertanya dan meminta bantuan kepada HMPS masing-masing.

Setelah melihat gambaran dari Ospek di STKIP Hamzanwadi Selong tidak ada alasan bagi Calon Mahasiswa Baru untuk takut dengan OSPEK di STKIP Hamzanwadi Selong, karena tidak ada Unsur kekerasan asalkan bertindak seperti seorang Santri.
 

Tes Minat Bakat: Perlu gak sih??


"Aku suka seni .. eh tapi aku juga suka teknik ... eh tapi matematik dan statistik juga menyenangkan kok .. hmmm tapi jadi dokter itu enak juga yah .. eh tapi aku jago gambar apa jadi arsitek aja yah?? Eh gak jadi deh mau usaha sendiri aja lah .. tapiiii .. cocok gak ya?"

Pernah mengalami kebingungan untuk pilih jurusan atau pekerjaan yang cocok buat kamu? Kebanyakan orang pasti mengalami proses dimana mereka dihadapkan oleh pilihan-pilihan yang harus mereka pilih untuk kelangsungan hidup mereka. Salah satu pilihan hidup yang harus kita jalani adalah pekerjaan.

Bagaimana sih sebaiknya bila kita ingin memilih pekerjaan yang cocok dengan kita? Kalau gak cocok gimana? Bisa bosen gak sih sama kerjaan kita nantinya?
Berikut tulisan yang bisa membantu Anda untuk memahami kepentingan tes minat & bakat


Setiap orang memiliki kemampuan serta potensi yang unik dan berbeda-beda. Kedua hal tersebut  merupakan beberapa faktor penting yang dapat membantu kita dalam mencapai tujuan dan keberhasilan dalam kehidupan. Namun ada kalanya kita sendiri bingung apa yang sebenarnya menjadi potensi dan kemampuan kita yang lebih menonjol? Hal ini dapat diatasi dengan melakukan tes Minat & Bakat, sebagai salah satu cara untuk menampilkan profil psikologis yang akan menggali minat dan bakat individu secara umum. Tes ini bukanlah untuk menjawab letak kesalahan Anda, karena sesungguhnya tidak ada orang yang salah. 

Semua orang adalah orang yang tepat (the right person), termasuk Anda. Hanya saja, banyak orang-orang yang berada di tempat yang salah karena minimnya pengetahuan mengenai diri mereka sendiri. Hal inilah yang menjadi penyebab terhambatnya potensi dan kemampuan seseorang dalam mengembangkan diri dan berkreasi karena banyak hal di sekitarnya yang kurang sesuai dengan dirinya. 

"Tes Minat dan Bakat berfungsi untuk meminimalisasi kesalahan penempatan seseorang dengan menggali potensi-potensi di dalam dirinya sehingga dapat mengarahkan dirinya ke tempat yang sesuai dengan minat serta kemampuannya"
Jadi, tes minat bakat itu menjadi penting terutama ketika Anda belum mengetahui kesukaan, hobi, keinginan bahkan cita-cita yang ingin dicapai. Bagi orang-orang yang sudah mengetahui bidang pekerjaan apa yang diinginkannya, tes minat bakat bisa menjadi dasar penegasan atau mungkin bisa menemukan hal-hal yang selama ini belum diketahui namun telah menjadi minatnya. 

Hasil tes minat dan bakat tidak seharusnya terlalu spesifik, dan idealnya dari hasil tes minat bakat Anda bisa mengetahui bidang minat (medis, estetika, seni), bukan nama pekerjaannya (dokter, arsitek, penyanyi). Karena jenis pekerjaan yang akan dipilih sebaiknya diberikan kepada individu itu sendiri untuk memilih jenis pekerjaan sesuai dengan hasil tes. Sukses atau tidaknya seseorang dalam pekerjaannya, juga dipengaruhi oleh bagaimana perasaan Ia dalam mengerjakan tugas-tugasnya. Pada awalnya mungkin faktor finansial dan tuntutan lingkungan (keinginan orangtua) menjadi pertimbangan yang paling umum ditemui dalam pengambilan keputusan berkaitan dengan pekerjaan. Namun, semakin bertambah usia, biasanya seseorang semakin ingin melakukan pekerjaan yang Ia minati. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab seseorang merasa tidak cocok di dalam pekerjaan yang dilakukannya sekarang atau merasa salah jurusan.

Apabila sudah terjadi, keputusannya ada di tangan Anda untuk merubah kondisi dengan mencari pekerjaan yang baru sesuai dengan keinginan Anda dan menerima segala resikonya, atau menjalani pekerjaan yang sama dan juga menerima konsekuensi yang datang dengan kondisi tersebut. Tidak ada pilihan yang benar atau salah, setiap orang mempunyai alasan untuk menjalankan kehidupannya dan pilihan-pilihan yang dilakukan pasti akan disesuaikan dengan potensi masing-masing individu.

Perlu diingat bahwa: setiap liku kehidupan selalu diwarnai dengan pilihan-pilihan yang terkadang tidak mudah bagi kita. Namun, diharapkan apapun keputusan yang diambil dalam hidup, bisa mendekatkan langkah kita ke dalam kehidupan yang lebih positif dan bahagia.

Semoga bermanfaat
Reynitta Poerwito, Bach of Psych, M. Psi.

 

BERDAMAI DENGAN DIRI SENDIRI

Saya ingin seperti dia?
Mengapa dia kaya saya tidak ?
Mengapa dia lebih menarik?
Saya ingin sepintar dia ?
Dia orang yang sangat beruntung saya tidak ?
Andaikan saya jadi dia….?
Nasib saya mengapa tidak sebaik dia ?

Pernahkan anda mengucapkan kalimat-kalimat diatas ? Mungkin sebagian besar dari anda menjawab Ya. Sebagai manusia yang normal, wajar apabila kita memiliki keinginan dan harapan. Tentunya keinginan dan harapan tersebut akan tercipta karena kita biasanya membandingkan diri kita dengan orang –orang disekitar kita. Namun, membanding-bandingkan diri dengan orang lain apakah sehat ? Bisa Ya, bisa juga Tidak. Akan menjadi Ya, bila perbandingan kita pergunakan untuk memicu semangat dan motivasi kita untuk menjadi lebih baik seperti orang lain. Namun akan menjadi Tidak, bila perbandingan tersebut pada akhirnya membuat kita stress, tidak menerima diri kita apa adanya dan juga menjadi tertekan.
Stress dan rasa tertekan pada akhirnya akan muncul bila apa yang menurut kitaIDEAL tidak sesuai dengan REALITA. Dan semakin besar perbedaan antara ideal dan relita, maka akan semakin besar pula konflik dan perasaan tertekan yang kita rasakan.

Contoh:
IDEAL : Berat badan 45
REALITA : Berat badan saat ini 100

IDEAL : Kaya raya
REALITA : Pas-pasan

IDEAL : IQ 130
REALITA : 90

Lantas apa yang akan terjadi bila konflik dan perasaan tertekan tersebut sangat besar? Biasanya timbulah perasaan iri, tidak puas, tidak menerima diri sendiri, benci pada diri dan lingkungan, marah pada diri sendiri ataupun Tuhan. Semua perasan tersebut adalah perasaan KETIDAKDAMAIAN.
Jadi apa yang harus kita lakukan agar kita bisa DAMAI dengan diri sendiri? Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk kita bisa berdamai dengan diri sendiri, diantaranya :

1.     Memperkecil GAP antara IDEAL VS REALITA
Bila kita tahu bahwa realita sangat jauh dengan ideal kita, maka, cobalah untuk memperkecil perbedaan (gap) tersebut dengan memodifikasi apa yang menjadi ideal dan bergerak untuk merubah realita. Memiliki ideal sangat baik, namun apabila ideal tersebut terlalu berlebihan, sulit untuk diraih dan membuat stress, maka baiknya kita turunkan apa yang menjadi ideal kita. Misalnya, tidak harus kaya tapi berkecukupan atau tidak harus cantik namun bersih dan menarik.
Disisi lain, jangan hanya menunggu realita untuk berubah namun harus ada USAHA juga dari kita untuk merubahnya. Jika kita hanya pasrah menunggu realita berubah mau sampai kapan. Bergeraklah dan mengusahakan berbagai macam cara agar realita pun berubah mendekati ideal. Misalnya, jika ingin pintar berusaha untuk belajar, jika ingin kurus berdiet, jika ingin cantik berusaha merawat diri.
Ada istilah yang mengatakan bahwa buatlah target setinggi mungkin, carilah idealisme setinggi mungkin. Saya setuju sekali. Namun, apa yang menjadi target dan ideal juga harus realistis. Kalau memang apa yang menjadi ideal tidak membuat kita stress dan tertekan, berarti tidak masalah. Tetapi kalau ideal yang kita tentukan malah membuat stress, berarti ada yang salah (tidak tepat). Buat apa menentukan sesuatu yang kita pun tahu tidak mungkin tercapai atau teraih. Bukankah lebih baik bila idealnya juga disesuaikan dengan realitas yang ada. Tujuannya agar kita lebih damai danhappy dalam mengejar ideal tersebut.

2.     Bersyukur
Cobalah untuk mensyukuri apa yang sudah menjadi milik kita. Daripada terus menerus menentang keadaan kita saat ini, lebih baik syukuri apa yang sudah diberikan dan dimiliki. Bagaimanapun juga setidak sempurnanya kita, pasti ada orang-orang lain yang lebih tidak seberuntung kita.

3.     Mencari kelebihan lainnya
Kalaupun memang hidup kita ada tidak sempurnanya, pasti kita juga memiliki kesempurnaan pada hal lainnya. Cari dan sadarilah bahwa tidak ada yang sempurna dan tidak ada yang tidak sempurna. Dalam hidup pasti ada ups and downs, baik dan buruk, beruntung dan tidak beruntung. Kalau memang dalam satu aspek kita tidak terlalu memuaskan pasti ada aspek lain dari diri kita yang juga baik. Misalnya, mungkin kita tidak kaya tapi kita pintar. Mungkin kita tidak cantik tapi kita menyenangkan.


Kesimpulannya, berdamai dengan diri sendiri harus dimulai dari diri sendiri. Jangan menunggu nasib, jangan menunggu hal-hal disekitar kita berubah. Tapi, rubahlah cara pandang kita agar kedamaian tersebut bisa tercipta.

Bila kita bisa berdamai dengan diri sendiri, maka kebahagiaan pasti akan tercapai dengan seketika.


Semoga Bermanfaat!

Tara de Thouars, BA,M.Psi

 

Indonesia raih Prestasi Matematika Internasional


Tim Matematika Indonesia yang berasal dari mahasiswa peraih medali dalam Olimpiade Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam 2012 unjuk prestasi dalam ajang ke-19 International Mathematics Competition (IMC) di Blageovgrad, Bulgaria, awal Agustus lalu. Tim Indonesia meraih meraih tiga medali perak, dua medali perunggu, dan tiga honorable mention.
Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Jumat (10/8/2012) mengumumkan, mahasiswa yang meraih medali perak yakni Raja Oktovin P Damanik (UI), Ronald Widjojo(ITB), dan Made Tantrawan (UGM). Peraih medali perunggu adalah Satria Stanza (ITS) dan Yohanes (Universitas Pelita Harapan). Adapun honorable mention diraih Kistosil Fahim (ITS), Bernanrd Imanuel (UI), dan Rizky Reza Fauzi (UI).
Kompetisi IMC yang diselenggarakan sejak 1994 ini diikuti 316 mahasiswa dari 50 negara. Pelaksanaan IMC di American University di Bulgaria.
Jenis materi kompetisi adalah aljabar, analisis (real and complex), geometri dan kombinatorics. Semua materi disajikan dalam bahasa Inggris. Kompetisi dibagi menjadi dua sesi setiap hari terdiri dari lima soal dengan waktu lima jam.

(sumber: edukasi Kompas)
 

Rekor Studi Tercepat Internasional di Pecahkan Mahasiswa RI


Purba Purnama, mahasiswa program kombinasi master-doktor University of Science and Technology (UST) di Korea Selatan untuk bidang biopolimer, berhasil menyelesaikan program studi master dan doktor sekaligus dalam waktu 3,5. Lazimnya, program ini diselesaikan dalam waktu 5 tahun.

Dalam wisuda yang digelar di International Cooperation Building, KIST, Seoul, baru baru ini, Purba juga mendapatkan penghargaan "Academic Excellence Award" dari KIST. Demikian keterangan dari pengurus Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), seperti dikutip Antara, Jumat (10/8/2012).

Pemegang beasiswa dari International R&D Academy dari Korea Institute of Science and Technology (KIST), Korea Selatan ini dalam aktivitas kesehariannya di Korea Selatan tidak berkutat dengan urusan studi. Ia juga aktif dalam berbagai organisasi. 

Ia tercatat sebagai Kepala Klaster Inovasi dan Teknologi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4), pengurus  di organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia di Korea (Perpika), dan aktif dalam kegiatan bersama Pioneers for Advancement of Technology in Asia-Africa (PATA) di Korea Selatan.
   
Menurut Purba, ketika ia tiba di Korea, pembimbing studinya menyatakan bahwa ia boleh lulus kapan pun jika memiliki banyak publikasi di jurnal internasional. Aturan normal program kombinasi master-doktor adalah empat tahun. 

"Dari sini saya bertekad untuk memecahkan aturan itu dengan lulus lebih cepat dari waktu minimum 4 tahun. Alhamdulillah saya bisa memecahkan rekor studi tercepat untuk program kombinasi master-doktor sekaligus dalam waktu 3,5 tahun," ujarnya.

Selama studi, Purba sudah berhasil memublikasikan penelitiannya di jurnal-jurnal internasional. Setidaknya, ia memiliki tujuh publikasi di jurnal-jurnal internasional bidang polymer, dua Korean Patent, dan satu US patent.
     
Presiden KIST menyatakan, semasa menjalani pendidikan di KIST-UST, Purba seringkali mendapat penghargaan dari KIST mau pun UST atas prestasi-prestasi yang telah diraihnya. 

Sebelum diwisuda, ia bahkan langsung ditawarkan proposal untuk melanjutkan jenjang post-doctoral di Laboratorium Biomaterial Research Center, KIST, dan melanjutkan penelitiannya. Purba juga akan diwisuda pihak UST pada tanggal 17 Agustus 2012 di Auditorium Pusat UST, Daejeon.

Prestasi yang diraih Purba tidak hanya memberikan kebanggaan buat dirinya dan keluarga. Tetapi juga menunjukkan bahwa mahasiswa Indonesia mampu memecahkan banyak rekor studi di dunia akademis internasional.

(sumber: edukasi Kompas)
 

Kepalsuan Sejarah Tembok Ratapan

Tembok Ratapan, situs suci kaum Yahudi yang kebenaran sejarahnya 
diragukan.
Seorang dosen dari universitas Palestina menjadi akademisi yang sekali lagi membahas  sejarah dan menyatakan bahwa sejarah Yahudi di Yerusalem, yang oleh para Yahudi sebagai ibu kota mereka selama 1.600 tahun sebelum Nabi Muhammad menyampaikan agama Islam. Dosen tersebut menyangkal bahwa adanya hubungan orang-orang Yahudi dengan Tembok Ratapan dari Kuil Yahudi.
Shamekh Alawneh, seorang dosen sejarah modern di Universitas Terbuka Al-Quds, berkata bahwa Yahudi menciptakan hubungan dengan tembok tersebut untuk tujuan Politik, untuk meyakinkan Yahudi Eropa dan Zionis untuk datang ke Palestina.
Alawneh berkata, "Tujuan dari Yahudi untuk memberi nama tembok tersebut sebagai "Tembok Ratapan" kepada tembok ini merupakan sesuatu yang politis. Para Yahudi tidak memiliki pilihan lain kecuali untuk menciptakan sebuah alasan mengenai Yerusalem untuk menyebarkan diantara para Zionis atau Yahudi Eropa untuk berhubungan dengan sesuatu yang konkret dari masa lalu Yerusalam. Mereka membuat klaim palsu dan menyebut Tembok Buraq sebagai Tembok Ratapan.
"Tembok tersebut tidak mempunyai akar sejarah," ujarnya dalam sebuah program televisi yang berjudul Yerusalem – Sejarah dan Budaya. "Ini adalah istilah politik untuk , memenangkan hati dan dukungan dari Zionis di Eropa sehingga mereka akan berpindah dan masuk ke Palestina. Tidak lebih.
Pembawa acara tersebut juga merujuk ke "Yahudisasi" dari Yerusalem dan rencana Yahudi untuk menghancurkan Masjid Al-Aqsa.
Juni lalu, WND mengutip kepala staf Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang menyatakan bahwa Yerusalem adalah milik umat Muslim. Ia memeperingatkan bahwa gerakan apapun, atau serangan apapun oleh Israel, yang mengganggu kompleks Al-Quds akan dibalas oleh 1,5 milyar Muslim dunia.
"Yerusalem adalah Muslim. Masjid Al Aqsa dan Haarem Al Sharif adalah 100 persen Muslim. Israel bermain dengan api ketika mereka mengancam Al-Aqsa dengan penggalian yang sedang mereka lakukan, " ujar kepala staf Abbas, Rafiq Al Husseini.
Dalam sebuah wawancara ekslusif pada bulan Maret 2007, Taysir Tamimi, Pemimpin dari Pengadilan Palestina dan salah satu dari pemimpin Muslim yang paling berpengaruh di Israel, mengatakan bahwa Kuil Yahudi tersebut tidak pernah ada, dan Tembok Ratapan sebenarnya adalah tempat dimana Nabi Muhammad mengikatkan kendaraan ajaibnya, Masjid Al Aqsa dibangun oleh para malaikat dan Ibrahim, Musa dan Isa adalah nabi-nabi dalam Islam.
Tamimi dianggap sebagai ulama terpenting Palestina setelah Muhammad Hussein, Mufti Agung Yerusalem.
"Israel memulai sejak 1967 membuat penggalian arkeologis untuk menunjukan bukti-bukti adanya hubungan antara Yahudi dengan kota tersebut, dan mereka tidak menemukan apapun. Tidak ada koneksi terhdap Israel sebelum Yahudi memasuki wilayah ini pada tahun 1880," ujar Tamimi.
Tamimi berkata bahwa deskripsi dari deskripsi dari Kuil Yahudi di Taurat dan di tulisan Byzantine dan Roma dari periode Kuil tersebut merupakan hasil pemalsuan, dan bahwa Taurat telah dipalsukan. (iw/inn/wnd) (sumber: suaramedia )
 

Pentingnya Benteng Sebagai Warisan Sejarah Budaya


Indonesia adalah salah satu negara yang sangat unik di dunia. Suatu negara kepulauan dengan beraneka ragam kekayaan alam, berbagai produk agrikultur iklim tropis dan tanah yang sangat subur, telah dikenal dan banyak menarik minat berbagai bangsa-bangasa di seluruh belahan dunia.
Pada sekitar awal abad ke16, begitu banyak bangsa-bangsa asing datang ke Indonesia dan mengeksplorasi kekayaan alam kita. Rempah-rempah, kayu dan barang tambang adalah salah satu dari berbagai komoditi yang menarik pada masa itu. Untuk sejumlah alasan beberapa bangsa asing tersebut berupaya untuk mempertahankan kedudukannya dan memonopoli usaha dagang di Indonesia . Portugis, Belanda dan Inggris sebagai negara-negara yang pernah singgah ke Indonesia, membangun kubu-kubu pertahanan atau benteng dalam upaya mempertahankan keamanan mereka dalam berdagang. Benteng-benteng saat ini memiliki nilai yang tinggi karena merupakan Warisan Sejarah dan Budaya milik bersama dari beberapa negara yang telah disebutkan di atas dan bahkan juga termasuk Indonesia . Beberapa benteng di Indonesia dalam kondisi yang terpelihara dan dimanfaatkan dengan cukup baik, tapi lebih banyak jumlah benteng yang terbengkalai dan dalam kondisi memprihatinkan. Sangat penting untuk memiliki sebuah visi yang nyata dalam melakukan pemugaran benteng sebagai warisan sejarah, karena benteng merupakan salah satu objek yang menarik dalam peranannya sebagai bagian sejarah Indonesia dan kekayaan budaya bangsa.
Terdapat lebih dari 275 benteng pertahanan yang tersebar di seluruh Indonesia, baik di pulau-pulau besar hingga di kepualuan terkecil menjadi saksi perjalanan sejarah yang luar biasa, memiliki kondisi fisik yang beraneka ragam. Sebagai contoh benteng besar yang dahulu dikenal sebagai Kastil Batavia di Jakarta, telah dihancurkan pada awal abad ke19, namun seperti Benteng Vredeburg di Yogyakarta, Benteng Rotterdam di kota Makassar di Sulawesi Tenggara dan Benteng Malborough di Bengkulu masih dalam kondisi yang sangat baik, memiliki fungsi baru, berdiri kokoh dan menjadi landmark kota yang sangat penting. Mengingat fungsinya sebagai bangunan pertahanan sekaligus untuk kegiatan perdagangan, maka benteng harus memperhatikan elemen-elemen dalam seni arsitektur militer. Selain itu penting untuk membuat rencana ruang-ruang untuk para pedagang, kantor, gudang untuk persediaan barang, gereja (tempat ibadah), rumah sakit dan tentu saja barak-barak bagi tentara, gudang amunisi, membuat benteng menjadi sebuah bangunan yang merupakan sebuah kompleks atau kota kecil dengan berbagai fasilitis untuk komunitas di dalamnya. Bahkan dapat dikatakan sebuah pemukiman dari peradaban barat dalam sebuah lingkungan dengan iklim tropis timur. Penentuan untuk lokasi pemukiman dalam skala kecil dan padat ini dipengaruhi oleh karakteristik lingkungan dan fungsi strategis dari benteng itu sendiri, sehingga pada umumnya benteng berlokasi di daerah pesisir dekat pelabuhan atau di sepanjang tepian sungai.
Kalau melihat dari tata kota masa kerajaan, posisi benteng biasanya terletak dekat pusat kekuasaan (keraton). Tujuannya adalah untuk mengawasi aktivitas dari raja yang dianggap membahayakan kepentingan pemerintah penjajah. Seperti yang ada di kota Surakarta, yang berdiri Benteng Vastenburg disebelah utara Kraton Surakarta dan juga yang ada di Yogyakarta dengan adanya benteng Vredeburg.



(sumber:  http://history1978.wordpress.com)
 

Soal UKG yang memprihatinkan

Masalah dalam pelaksanaan Uji Kompetensi Guru (UKG) ternyata tak hanya sebatas permasalahan teknis, tetapi juga sampai menyentuh substansinya. Sekretaris Jenderal Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI), Retno Listiyarti menyampaikan sejumlah keluhan dari para guru peserta UKG di 17 daerah mengenai kualitas soal.

Berdasarkan pengakuan para guru, soal UKG memiliki banyak kekurangan. Lagipula, tak ada kaitan yang jelas antara kompetensi guru dengan soal yang diujikan.

"Soalnya banyak yang salah, kalimatnya juga terlalu umum, jauh dari subtansi, buat kami soal UKG adalah malpraktek," kata Retno dalam jumpa pers di kantor LBH Jakarta, Rabu (1/8/2012).

Retno menambahkan, banyak soal yang tidak memiliki pilihan jawaban yang benar. Selain itu, soal memiliki pertanyaan namun teks yang merujuk soal tidak tercantum serta tak ada gambar dalam soal yang sebenarnya berhubungan dengan gambar.

Pada kesempatan yang sama, Guru SMP Marsudirini Bekasi, Emanuel Sri Joko, mengungkapkan hal yang sama. Guru Bahasa Inggris ini mengeluh lantaran mendapat soal yang berbeda dengan isi materi soal.

"Saya dapat soal SMA, isi soalnya enggak jelas. Ada yang satu halaman satu soal, diminta memerhatikan tabel, tetapi tabelnya tidak ada," keluhnya. 

(sumber: Edukasi Kompas)
 

Siswa Asia Lebih Maju dari Siswa di Negara Barat

Siswa sekolah di kawasan Asia berada dalam posisi lebih maju dibanding dengan rekan mereka di negara-negara Barat. Penelitian yang dilakukan oleh Institut Grattan di Australia memperlihatkan siswa yang belajar matematika di Shanghai, Cina, rata-rata lebih maju dua atau tiga tahun dibanding siswa di Amerika Serikat atau Eropa. Sementara siswa di Korea Selatan lebih maju satu tahun dalam kemampuan membaca. "Pada saat kekuatan ekonomi bergeser dari Barat ke Timur, demikian juga dengan pencapaian tinggi dalam pendidikan," kata Ben Jensen, Direktur Program Pendidikan Sekolah Institut Grattan dalam pernyatan persnya. "Pusat dari pencapaian tinggi pendidikan sekarang ada di Asia Timur dan para pendidik di Australia bisa dan harus belajar dari keberhasilan itu," tambahnya. Dalam laporannya, Institut Grattan menyebutkan empat sistem pendidikan di Asia yang merupakan terbaik di dunia, yaitu Hong Kong, Korea Selatan, Shanghai, dan Singapura.

Bukan 'Ibu Harimau'


Selama ini ada istilah Tiger Mothers atau Ibu Harimau yang digunakan untuk merujuk kaum ibu Asia yang menegakkan disiplin belajar yang amat keras kepada anak-anaknya. Banyak pihak yang berpendapat hal tersebut yang mendorong keberhasilan para siswa Asia di dunia pendidikan. Namun berdasarkan penelitiannya, Institut Grattan berpendapat Ibu Harimau bukan menjadi faktor utama dari pencapaian tersebut. "Keberhasilan bukan karena budaya, bukan produk Konfusianisme juga bukan pelajaran menghafal atau Ibu Harimau," tegas Ben Jensen. Yang menjadi faktor adalah ketegasan, sistem belajar praktis, mentoring, dan para guru. Penelitian juga membantah anggaran yang lebih besar dan jumlah murid yang sedikit dalam satu kelas akan menjamin pencapaian para siswa. Sekolah di Shanghai, misalnya, memiliki kelas dengan jumlah 40 siswa, namun para guru memiliki lebih banyak waktu untuk merencanakan pelajaran. Sementara Ausralia menikmati peningkatan anggaran dalam beberapa tahun belakangan namun prestasi siswa masih di belakang siswa Korea Selatan, yang menyediakan anggaran per siswa lebih kecil.

(sumber: pusdiklat.kemenperin.go.id)
 

Pendidikan Asingkan Budaya Bernalar

Dalam pembangunan republik ini, sejak 1970-an pendidikan kerap dianggap kemewahan, bukan kebutuhan. Penyediaan pendidikan bermutu dinomorduakan dibanding penguatan ekonomi. Kebijakan seperti ini berbahaya. Budaya pendidikan dunia memodelkan pembangunan berdasarkan intelektualitas. Karena sumber daya alam terbatas serta jagat semesta rentan terhadap gangguan, pembangunan berkelanjutan perlu berpusat pada intelektualitas. Implikasi dari model ini, masyarakat belajar serta budaya belajarnya yang tumbuh mengakar jadi penggerak utama pembangunan setiap negara.

    Suka atau tidak, pendidikan merupakan lokomotif terdepan pembangunan. Kesejahteraan bangsa serta kekokohan ekonomi bergantung mutlak pada pendidikan. Ekonomi kokoh dapat dicapai jika pendidikan kuat. Penerapan model ini butuh prasyarat: tujuan pendidikan negara harus dirumuskan dengan akurat. Kecakapan yang diperkirakan dibutuhkan di masa depan harus dikenali dan dianalisis. Dari sana kemudian dibuat standar pendidikan. Oleh karena itu, pertanyaan utama dan pertama yang mutlak dikaji pemimpin negara adalah: ”Kecakapan strategis apa yang perlu dibelajarkan?”

Kecakapan abad ke-21

      Di pengujung abad ke-20, dua peneliti—Richard J Murnane (Harvard Kennedy School) dan Frank Levy (MIT)—melakukan riset bersama guna menjawab pertanyaan di atas. Murnane (pakar kebijakan pendidikan) dan Levy (pakar ekonomi urban) mengkaji kecenderungan jenis kecakapan yang kian dibutuhkan dan tak dibutuhkan dunia kerja. Berdasarkan data tahun 1969-1998, mereka mengungkapkan bahwa kecakapan memecahkan masalah tak rutin dan kecakapan berkomunikasi kompleks semakin dibutuhkan. Pada saat komputer serta teknologi informasi semakin berdaya, banyak masalah rutin dapat dipecahkan oleh mesin. Sebaliknya, manusia justru semakin dibutuhkan pada pemecahan masalah tidak rutin. Kecakapan kedua yang juga semakin dibutuhkan adalah kecakapan berkomunikasi kompleks, seperti kecakapan seorang manajer dalam memotivasi stafnya. Hal yang paling drastis menurun kebutuhannya adalah kecakapan kognitif rutin. Kecakapan seperti menghafal serta kecakapan berpikir tingkat rendah semakin tak diperlukan.

   Berdasar penelitian itu, Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD) merumuskan Programme for International Student Assessment (PISA) guna menjawab pertanyaan: ”Seberapa siap pelajar di dunia di akhir masa wajib sekolahnya, yakni umur 15, untuk menguasai kecakapan abad ke-21?”. Untuk Indonesia, hasilnya memang buruk. Ini dapat dibaca di situs OECD. Mengapa pelajar kita begitu buruk pencapaiannya di PISA? Kita pasti sepakat anak-anak kita tidak bodoh. Lalu, mengapa hasilnya buruk? Jawabnya sederhana. Anak- anak kita telah ditunjukkan arah belajar kecakapan yang salah. Analoginya, anak-anak kita seperti dibekali kompas yang rusak untuk berpetualang. Mereka dibuat fokus mengejar kecakapan kedaluwarsa, seperti kognitif rutin itu. Sebaliknya, anak-anak kita sangat jarang diberi kesempatan mengembangkan kecakapan abad ke-21, seperti bernalar tingkat tinggi.

    Insentif bagi pelajar yang berhasil mengembangkan kecakapan modern tersebut justru nyaris tak terdengar. Bukan maksud tulisan ini mengatakan bernalar tingkat rendah tak diperlukan lagi, tapi harus ada keseimbangan antara kecakapan bernalar tingkat rendah dan tingkat tinggi. Sampai kini sangat sulit meyakini adanya upaya serius dan sistematis dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menindaklanjuti hasil PISA guna meningkatkan pencapaian dua kecakapan tadi. Rangkaian kebijakan pendidikan nasional yang dicanangkan justru kerap bertolak belakang dengan upaya penguasaan dua kecakapan itu.

Budaya belajar

    Kecemasan sebagai motivasi atau pemaksa belajar tentu sangat bertentangan dengan upaya mewujudkan masyarakat belajar yang sepatutnya senang belajar dan menghargai proses bernalar. Penggunaan kecemasan sebagai motivator belajar juga bertentangan dengan teori belajar, yang meletakkan motivasi intrinsik sebagai prinsip utama dalam proses belajar untuk memahami. Kesukacitaan belajar dan penghargaan pada proses bernalar adalah jiwa masyarakat belajar. Sebagai tambahan, pemanfaatan informasi di masa ini jauh lebih bernilai dibandingkan nilai informasinya sendiri. Masalah penyimpanan dan sistem pencarian informasi sudah dipecahkan oleh Google. Sungguh absurd jika pelajar kita justru difokuskan mengejar kecakapan yang sudah dapat dikerjakan mesin. Ironisnya, praktik pendidikan di republik ini justru berpusat pada kecakapan seperti mesin itu. Proses bernalar dengan sengaja diasingkan dari pendidikan. Dalam pembelajaran matematika, khususnya, bukannya bernalar tingkat tinggi yang dibelajarkan di ruang kelas, melainkan justru kecakapan kedaluwarsa, seperti berhitung cepat dan menghafal rumus tanpa makna. Alasan klise bahwa para guru kita tak mampu membelajarkan kecakapan bernalar mungkin saja ada benarnya, tetapi jika guru mampu pun, mereka tidak akan membelajarkan kecakapan bernalar tingkat tinggi. Mengapa? Salah satunya karena model dan sistem ujian nasioanl (UN) kita.

    Sistem UN yang dominan pada kecakapan menghafal informasi semata ini jadi alasan sahih mengapa para pelajar kita, juga gurunya, menghindari proses bernalar tingkat tinggi. Siswa dan guru akan bertanya: mengapa perlu memahami bagaimana membuktikan Dalil Pitagoras, jika UN tak pernah mengujinya. Yang dituntut di UN toh sekadar bagaimana memasukkan angka- angka ke rumus a2+b2>c2'>. Akibatnya, siswa menjadi sangat lemah dalam pemahaman matematikanya serta kecakapan bernalarnya. Jika pengasingan budaya bernalar melalui UN bermutu buruk ini dilanjutkan, bangsa kita sangat mungkin akan kesulitan melibatkan diri dalam pembangunan dunia di masa depan. Dampaknya, ekonomi kita pun akan hancur. Untuk menyuburkan kembali budaya bernalar, perlu gerakan penyadaran bersama tentang pentingnya bernalar pada era sekarang. Perguruan tinggi di seluruh daerah dapat menciptakan forum semacam ”Akademi Sabtu”, tempat guru bersama akademisi menyegarkan budaya bernalar serta meningkatkan kemampuan guru membelajarkan kecakapan bernalar.

      Sebelum melanjutkan penggunaan UN untuk kelulusan, Kemdikbud harus membenahi hal berikut. Standar isi dibenahi dengan tujuan menyiapkan pelajar menguasai kecakapan modern. Lembaga pendidikan guru perlu menekankan penguasaan konsep dan teori belajar, bukan administrasi mengajar. Sistem UN Matematika perlu dirombak agar mampu mengukur kecakapan bernalar tingkat tinggi. Misalnya, dengan menambahkan daftar rumus yang dibutuhkan dan dilekatkan pada berkas ujian. Hal seperti ini diterapkan pada berbagai tes profesional. Konsekuensinya, UN akan melibatkan tuntutan yang lebih bermakna ketimbang sekadar ”tahu” atau ”ingat” rumus. Yang juga sangat penting, berbagai pernyataan Kemdikbud harus mengirimkan pesan pentingnya budaya bernalar dan belajar.

Iwan Pranoto Guru Besar ITB

(sumber: /pusdiklat.kemenperin.go.id)
 

Makna Bulan Ramadhan

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang_orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari_hari yang lain. dan wajib bagi orang_orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. (beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan_penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, Maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari_hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk_Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur. [QS. Al_Baqarah (2): 183-185] 
Allah subhanahu wa ta’ala telah mengutamakan sebagian waktu melebihi yang lain dan menuliskan sebagian hari dan malam di atas hari dan malam yang lain,[1] serta menjadikannya sebagai dagangan yang menguntungkan bagi hamba_Nya yang mukmin.  Allah subhanahu wa ta’ala juga memilih sesuatu yang dikehendaki_Nya. Allah memilih tempat yang dikehendaki_Nya, pilihan_Nya sendiri ada yang menjadi Rasul, pemimpin negara, gubernur, walikota, kepala sekolah, cendikiawan, dan sebagainya. Allah subhanahu wa ta’ala memilih gua Hira’ yang dikehendaki-Nya sebagai tempat pertemuan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam dan Malikat Jibril ‘Alaihissalam. Kemudian Allah juga memilih Makkah Al_Mukarramah yang dikehendaki_Nya sebagai kiblat kaum Muslimin dan memilih juga kota Madinah sebagai basis pertahanan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam menyebarkan risalah Ilahi.
Selain hal-hal di atas, Allah subhanahu wa ta’ala juga telah memilih bulan suci ramadhan sebagai bulan kemuliaan yang di dalamnya terdapat begitu banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh umat Islam, baik yang akan dirasakan dalam kehidupan di dunia terlebih lagi di kehidupan akhirat kelak.
Dalam Islam bulan Ramadhan mempunyai makna yang istimewa dan kedudukan yang mulia. Banyak kejadian atau peristiwa penting yang terjadi pada bulan ini.[2] Sehingga sudah seharusnya kita memaknai bulan suci Ramadhan ini dengan berbagai amal kebajikan, di antaranya adalah puasa selama bulan Ramadhan.
A. PENGERTIAN PUASA RAMADHAN
Puasa (shaum), menurut bahasa Arab artinya menahan dari segala sesuatu, seperti menahan tidur, menahan berbicara, menahan makan, dan sebagainya.[3] Hal yang serupa dikatakan oleh Usamah Abdul Aziz bahwa puasa (shaum) pada dasarnya berarti menahan diri dari melakukan suatu perbuatan, baik makan, berbicara maupun berjalan. Oleh karena itu, kuda yang tidak mau berjalan atau memakan rumput disebut shaim (kuda yang tidak mau berjalan). Penyair berkata, “Khailun Shiyaamuw wa Ukhro Ghairu Shaaimatin” artinya kuda_kuda ini tidak mau berjalan dan kuda_kuda yang lain mau berjalan.[4]
Sedangkan puasa (shaum) menurut istilah agama Islam adalah amal ibadah yang dilaksanakan dengan cara menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa mulai terbit fajar sampai terbenam matahari disertai dengan niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu.[5] Namun ada yang mengatakan bahwa puasa (shaum) adalah bentuk menahan yang khusus pada waktu yang khusus dengan cara yang khusus pula.[6] Adapun pengertian Ramadhan adalah pembakaran.[7] Istilah Ramadhan telah menjadi nama salah satu bulan dalam sistem penanggalan Hijriyah.
Dengan demikian, puasa Ramadhan adalah amal ibadah yang dilakukan dengan cara menahan yang khusus, yaitu menahan diri dari segala sesuatu yang membatalkan puasa pada waktu yang khusus yaitu selama bulan Ramadhan mulai dari terbit fajar sampai terbenam matahari disertai niat karena Allah dengan syarat dan rukun tertentu..
B.  KEWAJIBAN PUASA RAMADHAN
Puasa Ramadhan mulai diwajibkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala atau umat Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam pada bulan Sya’ban, satu setengah tahun setelah hijrah. Ketika itu, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam baru diperintahkan untuk mengalihkan kiblat dari Baitul Maqdis di Yerusalem ke Masjidil Haram di Makkah. Adapun perintah untuk melaksanakan puasa terdapat dalam Alquran surat Al_Baqarah ayat 183 yang berbunyi,
“Hai orang_orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang_orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa.” [QS. Al_Baqarah (2): 183] [8]
Kemudian, dalam sebuah hadits dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Seseorang akan mendapatkan kehinaan dan kerendahan jika dia memasuki bulan Ramadhan dan Ramadhan ini telah berlalu sebelum dia diampuni.” [HR. At_Tirmidzi, Ahmad, Al_Hakim, dan Ibnu Hibban] [9]
C.   PUASA DAN TAQWA
Di dalam Islam, puasa Ramadhan mempunyai tujuan dalam rangka taqwa kepada Allah Ta’ala sebagaimana dijelaskan pada akhir ayat yang berbunyi “agar kamu bertaqwa.” Adapun pengertian taqwa adalah menjaga diri dari perbuatan yang menyebabkan kemurkaan Allah dan perbuatan yang bisa mendatangkan siksa_Nya. Cara yang ditempuh untuk merealisasikan hal itu adalah dengan menjalankan perintah_perintah Allah dan menjauhi larangan-larangan_Nya. Juga menjaga jiwa dari perbuatan_perbuatan dosa dan hawa nafsu, serta membersihkan diri dari berbagai macam prilaku (akhlaq) tercela.[10]
Seseorang yang menjalankan puasa Ramadhan harus mengekang diri dari tuntutan biologis, seperti makan, minum, melakukan hubungan suami istri, demi menjalankan printah Allah subhanahu wa ta’ala.
Tentu saja seseorang yang harus mengekang dirinya akan merasa berat, walaupun dilakukan demi menjalankan perintah Allah. Sepanjang bulan suci Ramadhan ia harus menahan diri dengan penuh kesabaran dan menyadari bahwa Allah selalu mengawasinya. Seandainya rasa takut terhadap larangan Allah dalam meninggalkan puasa tidak ada pada dirinya, maka ia tidak akan tahan melakukan puasa Ramadhan. Tentu saja dengan membiasakan diri dalam hal ini, akan tertanam dalam jiwanya rasa ikhlash dalam menjalankan perintah Allah, dan rasa malu jika melanggar larangan-larangan_Nya.
Puasa Ramadhan juga dapat menempa iman seseorang, sehingga kuat laksana baja dalam menghadapi hawa nafsu dan kebiasaan_kebiasaan yang membahayakan. Selain itu juga, puasa Ramadhan dapat mendidik jiwa untuk bertaqwa kepada Allah dan taat melaksanakan perintah-perintah_Nya. Kemudian, puasa Ramadhan dapat melindungi diri dari kemauan hana nafsu atau melaksanakan hal_hal yang telah diharamkan oleh Allah subhanahu wa ta’ala.
Itulah hakikat tujuan puasa Ramadhan dan buah yang akan dipetik oleh pelakunya, sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sebagai berikut: “Puasa adalah benteng (dari perbuatan maksiat), apabila salah seorang di antara kamu melakukan puasa, maka janganlah berbicara kotor dan jangan berlaku seperti orang bodoh. Jika ada yang mencari atau mengajak bertengkar, maka katakanlah, ‘Saya sedang puasa, saya sedang puasa’.” [HR. Bukhari]
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga pernah bersabda, “Barangsiapa tidak mau meninggalkan perkataan bohong dan melakukan perbuatan tercela, maka Allah tidak membutuhkan lagi puasanya.”  [HR. Bukhari]
Sabda Nabi Muhammad shalalallahu ‘alaihi wa sallam di atas, memberikan penjelasan kepada kita bahwa yang dimaksud dengan puasa tidak sekedar menahan lapar dan dahaga. Bahkan lebih dari itu, ia harus mengekang nafsu syahwat dan memadamkan api kemarahan serta menundukkan nafsu amarahnya untuk taat kepada Allah. Apabila syarat_syarat yang telah saya sebutkan tadi tidak terpenuhi pada diri seseorang yang melakukan puasa, maka Allah tidak akan memperdulikan lagi puasanya.
D.  PUASA DAN KEBAIKAN
Puasa adalah jalan menuju kebaikan. Apabila seorang yang kaya melakukan ibadah puasa Ramadhan, maka ia akan merasakan sengatan rasa lapar. Dengan demikian, ia akan merasakan belas kasihan terhadap kaum fakir miskin yang selalu mengalami rasa lapar karena hidup mereka serba kekurangan. Oleh karenanya, sebagai kifarah orang yang tidak mampu berpuasa dikarenakan sakit atau sudah tua, harus membayar makanan terhadap kaum fakir miskin sebanyak puasa Ramadhan yang tidak dilakukannya. Juga diwajibkan bagi kaum muslimin membayar zakat fitrah yang diberikan kepada kaum fakir miskin seusai bulan Ramadhan, karena pada waktu itu semua kaum muslimin bersuka ria menyambut kedatangan Hari Raya ‘Idul Fitri. Agar kegembiraan dapat merata ke segenap lapisan masyarakat, maka Islam mewajibkan memberikan zakat fitrah kepada orang_orang yang tidak mampu.
E. PUASA DAN SABAR
Puasa Ramadhan ini serupa dengan pompa bensin, karena pada bulan ini jiwa manusia diisi dengan energi yang bisa menggerakkan dalam menempuh perjalanan hidup. Tetapi jenis energi apakah yang dipompakan ke dalam jiwa kita dalam bulan Ramadhan itu?
Jawabannya, tidak lain adalah kesabaran dalam pengertian luas, karena puasa adalah separuh dari kesabaran.[11] Seorang muslim berlaku sabar dalam menahan sengatan lapar, haus, dan meninggalkan kebiasaan_kebiasaannya pada siang hari yang dapat membatalkan puasa Ramadhannya. Ia menahan diri dengan sabar dan sukarela demi melaksanakan perintah Allah. Sukarela dalam bersabar menghadapi tekanan hawa nafsu lebih utama dari pada berlaku sabar karena dipaksa oleh keadaan. Dengan sukarela berarti seseorang menjadi tuan bagi dirinya sendiri, dan lebih mampu dalam menghadapi cobaan_cobaan hidup, yang pada kesudahannya sabar akan meresap ke dalam tulang sumsumnya.
F.  PUASA DAN KEKUATAN ROHANI
Di samping menanamkan rasa sabar, puasa Ramadhan juga dapat menempa jiwa seseorang sehingga bersikap cerah, bercahaya dan selalu dekat dengan Allah subahanhu wa ta’ala. Seorang yang melakukan puasa Ramadhan bagaikan Malaikat, jiwanya dipenuhi dengan keluhuran dan akhlaqnya tinggi. Dalam jiwanya terpancar nur rabbani, ibadah adalah reaksinya, sikap yang luhur adalah ciri khasnya, dan ia selalu merasa berada dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Oleh karena itu, Allah subhaanhu wa ta’ala berfirman sesudah memerintahkan orang_orang yang beriman untuk berpuasa dengan lafadz sebagai berikut:
“Dan apabila hamba-hamba_Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa sannya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdoa apabila ia berdoa kepada_Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)_Ku dan hendaklah mereka beriman kepada_Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.”  [QS. Al_Baqarah (2): 183] [12]
Kalau kita cermati, seolah_olah susunan urutan ayat tadi memberikan peringatan kepada umat manusia bahwa apabila mereka betul_betul melakukan ibadah puasa Ramadhan, berarti mereka telah siap melakukan munajat dengan Allah.
Apabila kita melakukan puasa Ramadhan dengan sebenar_benarnya, maka dapat menempa budi pekerti seseorang. Dengan puasa Ramadhan seseorang akan membersihkan dirinya dari dosa_dosa dan mampu membiasakan diri untuk taat terhadap Allah. Oleh karena itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat lima waktu; dari shalat Jum’at ke shalat Jum’at lainnya; dari bulan Ramadhan ke Ramadhan lainnya adalah merupakan pelebur dosa selagi dosa_dosa besar dijauhi.” [HR. Muslim dan Imam Ahmad]
Kehidupan kita sekarang ini dipenuhi dengan kesibukan_kesibukan. Tentunya hal ini mempunyai pengaruh terhadap selera makan dan kadar makanan yang kita makan. Pada waktu itu, perut kita terus bekerja tanpa hentinya. Anggota pencernaan pun terus bekerja memproses bahan makanan yang sampai ke dalam perut.
Demikian pula pekerjaan_pekerjaan di kantor, sekolah, dan sebagainya akan mengakibatkan banyaknya kadar lemak yang mengendap dalam tubuh kita. Terutama sekali pada urat_urat nadi, yang mengakibatkan anggota_anggota tubuh seseorang cepat rapuh.
Kegemukan, penyakit kencing manis, reumatik, penyakit ginjal, tekanan darah tinggi dan komplikasi_komplikasi terhadap otak, jantung, mata dan ginjal, semua penyakit tersebut dapat dicega dengan cara berpuasa.
Seseorang yang melakukan puasa Ramadhan berarti mengistirahatkan jantung dan menstabilkan cara kerjanya sehingga semua endapan yang dapat membahayakan tubuh dapat dihilangkan. Puasa Ramadhan juga sangat berfaedah bagi hati dan empedu, karena dapat menghilangkan zat lemak dan dapat menjaga seseorang dari penyakit yang menyerang kedua organ tubuh penting tersebut.
Puasa Ramadhan juga dapat menghindarkan seseorang dari berbagai macam penyakit kulit. Di antara penyakit kulit yang dapat disembuhkan oleh puasa Ramadhan adalah penyakit eksim, allergi, dan bisul.
Berdasarkan penjelasan di atas, maka puasa Ramadhan berarti mengistirahatkan alat pencernaan dan meringankan cara kerjanya, sehingga perut besar, perut kecil, dan usus dua belas jari dapat terhindar dari berbagai macam gangguan yang akan menimpa di masa_masa mendatang. Namun, semua itu dihubungkan dengan orang yang bertubuh sehat. Tetapi, bagi orang yang terkena penyakit keadaannya berbeda. Untuk itulah Islam telah mengetahui keadaan semacam ini. Allah subahanhu wa ta’ala berfirman,
(yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), Maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan[114], Maka Itulah yang lebih baik baginya. dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu Mengetahui. [QS. Al_Baqarah (2): 184] [13]
Demikianlah, makna puasa Ramadhan yang dapat kita ketahui. Semoga dengan pengetahuan yang singkat ini dapat membuat puasa Ramadhan yang kita lakukan tahun ini dapat lebih bermakna dibandingkan dengan puasa Ramadhan tahun kemarin. Amin ya rabbal ‘alamin..!
Saya memohon kepada Allah Ta’ala dengan nama_nama_Nya yang agung dan sifat_sifat_Nya yang mulia agar menjadikan amalan saya yang sedikit ini menjadi amalan yang berkah dan ikhlash semata_mata karena mengharap wajah_Nya yang mulia, serta menjadi sarana pendekat kepada surga_Nya bagi penulis, pembaca, dan orang_orang yang ikut menyebarkannya.
Saya juga memohon kepada Allah Ta’ala agar tulisan ini bermanfaat bagi saya dan semua orang yang membutuhkannya. Sesungguhnya Allah_lah sebaik_baik tempat untuk memohon dan semulia_mulia tempat untuk berharap.
Saya mencukupkan diri bergantung kepada Allah Ta’ala, karena Dia-lah sebaik-baik pemelihara. Sekali lagi, segala puji milik Allah Ta’ala, Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada penghulu manusia, yaitu Nabi Muhammad shallallahu ’alaihi wa sallam, kepada keluarganya, kepada para sahabatnya, dan orang_orang yang setia mengikuti beliau dengan baik hingga hari kiamat.
Penulis :
Hafiz Muthoharoh, S.Pd.I (Mahasiswa Program Pascasarjana IAIN Raden Fatah Palembang)

[1] Berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu yang menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Rabb kita, turun setiap malam ke langit dunia ketika malam tinggal tersisa sepertiga yang terakhir. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman: ‘Siapa yang berdoa kepada_Ku, niscaya akan Aku kabulkan. Siapa yang memohon kepada_Ku, niscaya akan Aku perkenankan. Siapa yang memohon ampun kepada_Ku, niscaya akan Aku beri ampunan. Demikianlah terus Allah melakukan hingga datang fajar.” (HR. Bukhari dan Muslim). Lihat Sa’id bin Ali bin Wahf Al_Qathani, Kumpulan Shalat Sunnah dan Keutamaannya, alih bahasa Abu Umar basyir, dari judul asli Shalatut Tathawwu’ Mafhum wa Fadhail wa Aqsam wa Anwa’ wa Adab Fi Dhau’il Kitab was Sunnah, (Jakarta : Darul Haq, 2006), cet. 4, hal. 112
[2] Di antara keistimewaan-keistimewaan dan kemulian bulan Ramadhan adalah (1). Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan Alquran, (2). Ramadhan merupakan satu-satunya nama bulan yang terdapat di dalam Alquran, (3). Kemenang besar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama kaum Muslimin ketika terjadi perang Badar melawan tentara kafir Quraisy, (4). Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersama kaum Muslimin menaklukkan kota Makkah dan memusnakan berhala di sekitar Ka’bah, (5). Allah subhanahu wa ta’ala mengangkat Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mejadi Rasul ketika berkhalawat di Gua Hira’, (6). Allah subahanhu wa ta’ala mewajibkan berpuasa bagi setiap muslim, (7). Pintu surga dibuka dan pintu neraka ditutup, (8). Allah subahanhu wa ta’ala memberikan ampunan kepada orang yang berpuasa dengan iman dan ikhlash mengharap ridha Allah. Lihat Tim Editor Agama, Panduan Kegiatan Bulan Ramadhan, (Surakarta: PT. Tiga Serangkai Pustaka Mandiri, 2007), hal. 1
[3] Sulaiman Rasjid, Fiqih Islam, (Jakarta: At_Thahiriyah, 1976), cet. 17, hal. 216
[4] Usamah Abdul Aziz, Puasa Sunnah: Hukum dan Keutamaannya, alih bahasa Abdillah, Lc, dari judul asli Shiyam At_tathawwu’ Fadhail wa Ahkam, (Jakarta: darul Haq, 2005), cet. 2, hal. 5
[5] Muhammad Suparta dan Ghufran Ihsan, Fiqih, (Semarang: CV. Karya Toha Putra, 1996), hal. 36
[6] Lihat Al_Mawardi, Al_Inshaf (3/269).
[7] Lihat Muhammad Suparta dan Ghufron Ihsan, Fiqih, hal. 44
[8] Departemen Agama Republik Indonesia, Al_Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: CV. Al_Jumanatul ‘Ali, 2005), hal. 29
[9] Imam At_Tirmidzi menghukumi hadits ini sebagai hadits hasan gharib. Al_Hakim, Ibnu Hibban, dan Al_Dzahabi menghukuminya sebagai hadits shahih. Dan Ibnu Hajar menshahihkan hadits ini karena mempunyai banyak syawahid (hadits_hadits pendukung). Lihat Ahmad Ibn ‘Ali Hajar Al_Asqalani, Fath Al_Bari Sharh Shahih Al_Bukhari, (Beirut: Dar Al_Fikr, tt), Jilid. 11, hal. 168. dan lihat Ahmad Lufti Fathullah, Hadits-Hadits Lemah dan Palsu dalam Kitab Durratun Nashihin (Keutamaan Bulan Rajab, Sya’ban, dan Ramadhan), (Jakarta: Darrus Sunnah Press, 2006), hal. 70
[10] Abu Ahmadi, Dosa dalam Islam, (Jakarta: PT. Rineka Cipta, 1996), cet. 2, hal. 191
[11] Ahmad Sunarto, Himpunan_Himpunan Khutbah Jum’ah Lengkap dan Praktis, (Jakarta: Amanah, 1979), hal. 389
[12] Departemen Agama Republik Indonesia, Al_Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: CV. Al_Jumanatul ‘Ali, 2005), hal. 29
[13] Departemen Agama Republik Indonesia, Al_Qur’an dan Terjemahnya, (Bandung: CV. Al_Jumanatul ‘Ali, 2005), hal. 29

(sumber: Blog alhafiz )
 
Yang terhormat seluruh pengunjung blog BEM STKIP HAMZANWADI SELONG.
secara perlahan alamat blog BEM STKIP HAMZANWADI SELONG akan kami pindah ke alamat berikut http://bem.hamzanwadi.ac.id/
Seluruh link download buku pelajaran juga secara perlahan akan segera kami pindah ke alamat tersebut.
mohon dukungannya.
terimakasih dan mohon maaf

WEB BEM STKIP HAMZANWADI SELONG

BEM STKIP Hamzanwadi Selong

Lainnya di Blog BEM

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. BEM STKIP Hamzanwadi Selong - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger